WIB
Isra Mikraj
Peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah peradaban Islam yang selalu diperingati setiap tahunnya. Bagi umat Muslim, ini bukan sekadar cerita sejarah biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia dan ruang waktu.
Peringatan ini menjadi pengingat akan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW di hadapan Sang Pencipta. Melalui peristiwa ini, umat Islam di seluruh dunia kembali merefleksikan pentingnya keimanan dan kualitas ibadah mereka.
Apa Itu Isra Mikraj
Secara sederhana, Isra Mikraj adalah dua perjalanan suci yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Peristiwa ini sangat istimewa karena pada masa itu, perjalanan sejauh ribuan kilometer mustahil dilakukan dalam waktu sesingkat itu tanpa campur tangan kekuasaan Ilahi.
Dalam terminologi Islam, peristiwa ini terdiri dari dua fase yang berbeda namun satu kesatuan. “Isra” merujuk pada perjalanan horizontal di bumi, sedangkan “Mikraj ” adalah perjalanan vertikal menembus langit.
Gabungan kedua perjalanan ini menjadikan Isra Mikraj sebagai mukjizat besar yang menguji keimanan para sahabat pada masa itu. Hingga kini, peristiwa ini tetap menjadi fondasi penting dalam akidah Islam, khususnya terkait dengan perintah kewajiban ibadah utama.
Sejarah Peristiwa Isra Mikraj
Latar belakang terjadinya peristiwa ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW sedang mengalami masa-masa sulit yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, beliau baru saja ditinggalkan oleh dua sosok pelindung utamanya, yaitu sang istri tercinta Khadijah dan pamannya Abu Thalib.
Allah SWT kemudian menghibur Nabi dengan memperjalankannya di malam hari. Peristiwa “Isra” dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Dalam perjalanan ini, Nabi mengendarai Buraq, sebuah kendaraan surga yang langkahnya sejauh mata memandang, didampingi oleh Malaikat Jibril.
Setelah sesampainya di Masjidil Aqsa dan memimpin salat bersama para nabi terdahulu, perjalanan berlanjut ke fase “Mikraj ”. Nabi Muhammad SAW dinaikkan menembus tujuh lapisan langit.
Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi pilihan, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.
Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Nabi mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang tidak bisa dijangkau oleh makhluk lain, bahkan malaikat sekalipun. Di sanalah Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Proses penerimaan perintah ini awalnya berjumlah 50 waktu salat dalam sehari semalam. Namun, setelah melalui proses permohonan keringanan yang disarankan oleh Nabi Musa AS, jumlah tersebut berkurang menjadi lima waktu wajib yang kita kenal sekarang.
Isra Mikraj Diperingati Tanggal Berapa
Secara kalender Hijriah, peristiwa Isra Mikraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Tanggal ini menjadi patokan utama bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan.
Karena penanggalan Hijriah berbasis pada perputaran bulan, maka tanggal peringatan ini dalam kalender Masehi akan selalu berubah setiap tahunnya. Umumnya, tanggal Masehi akan maju sekitar 10 hingga 11 hari dari tahun sebelumnya.
Peringatan ini tidak hanya sekadar penanda tanggal merah di kalender nasional. Lebih dari itu, tanggal 27 Rajab menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, mengingat kembali sejarah turunnya perintah salat yang menjadi tiang agama.
Makna Isra Mikraj bagi Umat Islam
Peristiwa agung ini menyimpan makna yang sangat dalam bagi fondasi spiritual seorang Muslim. Isra Mikraj bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi transformasi spiritual yang mengajarkan nilai-nilai luhur.
Berikut adalah beberapa makna utama dari peristiwa tersebut:
Tujuan Peringatan Isra Mikraj
Mengapa umat Islam perlu memperingati Isra Mikraj setiap tahun? Tujuan utamanya adalah sebagai sarana edukasi sejarah dan revitalisasi semangat beribadah di tengah kesibukan duniawi.
Peringatan ini bertujuan untuk menanamkan kembali kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan menceritakan ulang kisah perjalanan ini, generasi muda dapat mengenal perjuangan Rasulullah dan meneladani ketabahan beliau dalam berdakwah.
Selain itu, peringatan ini berfungsi sebagai media dakwah untuk mengingatkan kembali tentang kewajiban salat lima waktu. Seringkali rutinitas harian membuat kualitas ibadah menurun, sehingga momen Rajab ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah.
Di Indonesia, tujuan peringatan ini juga melebar ke aspek sosial. Acara pengajian atau perayaan tradisi lokal saat Isra Mikraj menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga, menciptakan kerukunan yang harmonis dalam masyarakat.
Hikmah yang Dapat Dipetik dari Isra Mikraj
Peristiwa Isra Mikraj memberikan banyak pelajaran berharga yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia modern. Hikmah ini mencakup aspek cara berpikir, bersikap, hingga beribadah.
Penutup
Sebagai kesimpulan, Isra Mikraj adalah peristiwa sejarah yang sarat akan nilai spiritual dan edukasi. Ia bukan sekadar kisah perjalanan malam, melainkan tonggak penting yang menetapkan standar ibadah utama umat Islam, yaitu salat lima waktu.
Memperingati momen ini setiap tahun membantu kita untuk terus menyegarkan keimanan dan memperbaiki kualitas diri. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan agung Nabi Muhammad SAW ini dan mengamalkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertakwa dalam kehidupan sehari-hari.
72 orang
252 orang
2 orang
174525 orang