WIB
Jumat, 7 November 2025 *PPSDM Kemendagri Regional Bandung Tutup Secara Resmi Diklat Anjab-ABK: Dorong ASN Lebih Efektif dan Produktif* Bandung - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menutup secara resmi penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja (Anjab–ABK) Tahun 2025 pada Jumat, 7 November 2025, bertempat di Asmila Boutique Hotel, Bandung. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 3 November 2025 ini menjadi wujud nyata komitmen BPSDM Kemendagri melalui PPSDM Regional Bandung dalam memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar semakin profesional, produktif, dan berorientasi hasil. Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala PPSDM Regional Bandung - BPSDM Kemendagri, Indra Maulana Syamsul Arief, serta dihadiri oleh para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan PPSDM Regional Bandung, tim penyelenggara, dan seluruh peserta diklat yang berasal dari berbagai pemerintah daerah di Indonesia. Dalam laporan penyelenggaraan yang dibacakan oleh anggota tim kerja, Lutfhi Nur Fahri disampaikan bahwa diklat ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kabupaten dan kota, yang telah mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dengan baik dan antusias. Penyelenggaraan diklat yang menggunakan sumber dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PPSDM Regional Bandung - BPSDM Kemendagri Tahun Anggaran 2025 melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ini dilaksanakan secara klasikal dengan pendekatan interaktif. Para peserta dibekali dengan pemahaman komprehensif mengenai dasar-dasar penyusunan Anjab dan ABK, termasuk kerangka metodologis, pengumpulan dan analisis data jabatan, pengukuran beban kerja, serta penerapan hasil analisis dalam pengembangan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur di instansi masing-masing. Dari hasil evaluasi pembelajaran, diketahui bahwa terjadi peningkatan signifikan pada tingkat pemahaman peserta. Rata-rata nilai pre-test sebesar 66,43% meningkat menjadi 79,52% pada post-test, atau terjadi progres sebesar 13,09%. Peningkatan ini menunjukkan
87 orang
252 orang
3 orang
174712 orang