WIB
Jumat, 3 Oktober 2025 *Penutupan Diklat Evaluasi SAKIP: Membangun Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Melalui Diklat Evaluasi SAKIP 2025* Bandung - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menutup penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025, yang berlangsung sejak 29 September hingga 3 Oktober 2025 di Karang Setra Hotel and Cottages, Bandung. Kegiatan yang digelar selama lima hari ini diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari Kabupaten Banyumas, Kabupaten Garut, Kota Serang, dan Kota Cimahi. Diklat diselenggarakan secara klasikal dengan pembiayaan melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PPSDM Regional Bandung - BPSDM Kemendagri Tahun Anggaran 2025. Para peserta berasal dari unsur Inspektorat Daerah, pejabat pengawas, pejabat fungsional, hingga aparatur pelaksana yang memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan kinerja pemerintahan daerah. Dalam laporan penyelenggaraan, dijelaskan bahwa kurikulum diklat memuat sepuluh materi inti, mulai dari Building Learning Commitment (BLC) dan Revolusi Mental, komponen perencanaan, pengukuran, pelaporan, serta evaluasi internal SAKIP berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 88 Tahun 2021, hingga penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017. Selain itu, peserta juga melakukan praktik pengisian lembar kerja evaluasi Akuntabilitasi Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), dilanjutkan dengan pemaparan hasil kerja kelompok sebagai bentuk aplikasi langsung dari pembelajaran. Hasil evaluasi pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi peserta. Nilai rata-rata pre-test tercatat sebesar 80,13 persen, sementara nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 85,03 persen. Kenaikan sebesar 4,90 persen ini menandakan adanya progres nyata dalam pemahaman
74 orang
252 orang
1 orang
174545 orang