WIB
Jumat, 19 September 2025 *Penutupan Diklat Reviu Kebutuhan Barang Milik Daerah dan Pemeriksaan Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren: Langkah Nyata PPSDM Kemendagri Regional Bandung Tingkatkan Profesionalisme ASN* Bandung - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Regional Bandung, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kembali menorehkan kiprah penting dalam pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Reviu Kebutuhan Barang Milik Daerah (BMD) dan Diklat Pemeriksaan Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren Tahun 2025. Kegiatan ini resmi ditutup pada Jumat, 19 September 2025, bertempat di Karang Setra Hotel and Cottages, Bandung, oleh Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono. Diklat ini berlangsung sejak 15 September 2025, diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari berbagai daerah, dengan rincian 34 peserta Diklat Reviu Kebutuhan BMD dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sumba Barat, serta 22 peserta Diklat Pemeriksaan Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren dari Kabupaten Cianjur, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Demak, dan Kota Cimahi. Selama lima hari, para peserta digembleng dengan kurikulum komprehensif yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga menitikberatkan pada praktek, studi kasus, hingga simulasi teknis yang langsung berkaitan dengan tugas pokok mereka di daerah. Untuk Diklat Reviu Kebutuhan BMD, materi yang diberikan meliputi filosofi dan kebijakan rencana kebutuhan BMD, tahapan serta tata cara penyusunan dan reviu rencana kebutuhan, hingga simulasi praktis. Sementara itu, Diklat Pemeriksaan Kinerja Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren membekali peserta dengan pemahaman Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kebijakan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) penyelenggaraan urusan pemerintahan konkuren, teknik perencanaan dan pelaksanaan pemeriksaan kinerja, penyusunan laporan hasil pemeriksaan, hingga studi lapangan dan paparan kelompok.
74 orang
252 orang
1 orang
174545 orang